Rabu, 21 November 2018 M.   13 Rabi'ul Awwal 1440 H.
E-mail: disdik@kalselprov.go.id
Bahasa Indonesia | English

SD Darul Hikam Bandung

You are here: Depan

Kegiatan Sekolah

Kecerdasan Literasi dan Cara Menumbuhkannya

elin Oleh:
Elin Karlina, S.Pd.
Guru SD Darul Hikam

Maraknya fenomena Hoax yang akhir-akhir ini semakin meresahkan masyarakat berawal dari munculnya oknum yang tidak bertanggungjawab dalam membuat dan menyebarkan berita bohong. dalam hal ini, bukan hanya si pembuat saja yang harus disalahkan, melainkan juga pembaca yang turut pula menyebarkan berita tersebut baik dari mulut ke mulut maupun via media sosial. berkembangnya teknologi informasi turut serta memudahkan dalam penyebaran berita bohong atau hoax.

Bagi saya pribadi, berkembang dan menyebarnya berita hoax ini salah satunya adalah disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat tentang perlunya mengidentifikasi kebenaran suatu cerita. Selain itu, rendahnya minat membaca pun menjadi salah satu faktor yang membuat berita bohong atau hoax dengan mudahnya menyebar. Hasil survei dari Central Connecticut State University in New Britain menyebutkan bahwa tingkat literasi Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara. Selain itu, Lembaga PBB yang membawahi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan UNESCO pun melakukan survei pada tahun 2012 yang menyebutkan bahwa rata-rata orang Indonesia hanya membaca 3 buku pertahunnya.

Dalam agama islam, ayat yang pertama kali turun adalah ayat 1-5 Q.S. Al-‘Alaq yang merupakan perintah untuk membaca. Allah Berfirman:

al_alaq_1-5

Artinya: “ Bacalah dengan menyebut nama Rabb-mu yang menciptakan (1). Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah (3). Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam (4). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5).”

Dapat diartikan, bahwa agama islam memerintahkan umatnya untuk membaca . Baik berupa ayat-ayat yang diturunkan oleh Allah melalui Nabi Nya maupun ayat-ayat alam yang nyata dapat terlihat dan dirasakan oleh panca indera. Pepatah pun mengatakan bahwa “Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah kuncinya”. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa membaca adalah kunci dari pengetahuan walaupun pada masa ini membaca bukan hanya dari sebuah buku, melainkan dari banyak hal seumpama kisah hidup orang lain, membaca artikel melalui media sosial, dan lain sebagainya.

Kecerdasan literasi sendiri tidak muncul secara eksplisit dalam teori kecerdasan jamak atau Multiple Intelligence yang dicetuskan oleh Howard Gardner ataupun teori yang mencetuskan bahwa ada tiga jenis kecerdasan yakni kecerdasan intelijen (Intelligence Quotient IQ), kecerdasan Emosi (Emotion Quotient EQ) dan Kecerdasan spiritual (Spiritual Intelligence SQ).

Tetapi, secara implisit kecerdasan literasi merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan beberapa jenis kecerdasan yang disebutkan oleh Gardner. Sebelumnya, mari kita gali terlebih dahulu mengenai teori kecerdasan jamak. Kesembilan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia menurut Gardner adalah sebagai berikut:

  1. Kecerdasan musik, berkaitan dengan kemampuan manusia dalam kepekaan dan keterampilannya bermusik.
  2. Kecerdasan gerakan badan yang berhubungan dengan pengendalian gerakan badan dan kemampuannya dalam melakukan gerakan badan khusus.
  3. Kecerdasan logika-matematika, yaitu kecerdasan yang berfokus pada kekuatan intelektual untuk melakukan deduksi, pengamatan, dan pemikiran ilmiah.
  4. Kecerdasan linguistik menunjuk pada kecerdasan seseorang yang berkaitan dengan kemampuannya dalam menggunakan bahasa.
  5. Kecerdasan ruang, yaitu suatu kecerdasan manusia dalam menggunakan ruang. Misalnya dalam memecahkan masalah ruang dalam navigasi, digunakan dalam sistem pencatatan peta, dan dimanfaatkan dalam seni visual
  6. Kecerdasan antarpribadi, yaitu kecerdasan yang dibangun atas kemampuan inti untuk mengenali perbedaan, seperti perbedaan dalam hal suasana hati, temperamen, motivasi, dan kehendak.
  7. Kecerdasan intrapribadi, yang menyangkut pengetahuan aspek-aspek internal untuk mengenali diri sendiri atau merupakan kepekaan akan suasana hati dan kecakapannya sendiri. (Suyono, 2007, hlm. 97-99).
  8. Kecerdasan Matematika, memuat kemampuan seorang individu berfikir secara induktif dan deduktif, kemampuan berfikir menurut aturan logika dan menganalisa pola angka-angka, serta memecahkan masalah melalui kemampuan berfikir (Gardner, 2003 dalam Agustin, 2014, hlm. 13)
  9. Kecerdasan eksistensial, menyangkut kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persoalan terhadap eksistensi atau keberadaan manusia. Kecerdasan ini selalu mencari koneksi-koneksi antar dunia dengan kebutuhan untuk belajar. Orang tidak puas hanya dengan menerima keadaannya, keberadaannya secara otomatis, tetapi mencoba menyadarinya dan mencari jawaban yang terdalam (Gardner, 2003, dalam Agustin, 2014, hlm. 13).

Dari berbagai kecerdasan yang dikemukakan oleh Gardner di atas, kecerdasan literasi berkaitan dengan kecerdasan linguistik dalam hal kemampuan membaca dan menulis, kecerdasan intrapribadi dengan tidak terburu-buru menyebarkan atau memberitakan kabar yang belum jelas kebenarannya serta kecerdasan antarpribadi yang merupakan hubungan antar individu dan mempertimbangkan pengaruh atau akibat yang akan ditimbulkan jika berita tersebut disebarkan.

Kecerdasan literasi merupakan kecerdasan dalam taraf keterampilan membaca dan menyimpulkan suatu bacaan dengan tidak mudah mempercayai begitu saja informasi atau berita yang telah dibaca, Hal ini menjadi salah satu dasar atau modal dalam menjalani kehidupan di abad 21.

Literasi tidaklah hanya semata-mata buku, melainkan terkait erat dengan kehidupan. Yang diperbincangkan dalam literasi memiliki dimensi luas. Bukan hanya terkait komunitas literasi atau penerbitan buku, melainkan berhubungan pula dengan perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat. Literasi mempengaruhi kecerdasan seseorang. Bukan hanya melek huruf, melainkan melek persoalan kehidupan. (literasi.jabarprov.go.id)

Kecerdasan literasi dapat dilatih dan dikembangkan sejak dini baik di rumah maupun di sekolah. Kunci utama dari kecerdasan ini adalah dengan memperbanyak membaca buku baik buku bacaan fiksi, non fiksi, maupun media berita yang telah terpercaya. Dalam menanggapi sebuah isi berita pun tidak bisa jika hanya mengandalkan satu sumber berita saja, melainkan harus dibandingkan dengan berita yang sama yang diambil dari sumber lain.

Berikut ini beberapa cara menumbuhkembangkan kecerdasan literasi pada anak:

a. Teladan

Hal yang paling pertama dan utama dalam menumbuhkembangkan kecerdasan literasi anak adalah dengan memberikan contoh atau teladan dalam membaca. Anak akan lebih termotivasi jika melihat orang terdekatnya melakukan sesuatu. Oleh karena itu, jika anda ingin anak anda semangat membaca, maka mulailah membaca.

b. Pembiasaan

Lakukanlah pembiasaan sejak usia dini. Anak-anak akan lebih mudah menerima sesuatu jika dilakukan dengan proses yang berkesinambungan (terus menerus). Pembiasaan ini tidak hanya dilakukan di sekolah saja, melainkan juga di rumah. Mulailah dengan mengenalkan buku bacaan kepada anak melalui membacakan buku cerita untuknya, berlatih membaca dan mendengarkan cerita. Berikanlah buku sebagai reward ketika anak berhasil melakukan sesuatu atau mencapai target tertentu, hal ini untuk memberikan pelajaran bagi siswa bahwa buku adalah sesuatu yang berharga.

Setelah proses pengenalan tentang buku melalui pembiasaan, ajarkan pula kepada anak untuk tidak hanya membaca sebuah buku untuk menyimpulkan sesuatu. Contohnya, jika anak anda menyukai cerita tentang kisah dongeng berikan beberapa buku tentang dongeng sehingga anak akan memiliki beragam makna untuk mendeskripsikan kata cantik misalnya. Dalam kisah Cinderella, wanita yang cantik adalah wanita yang secara fisik memiliki kulit putih bersih, kurus dan tinggi semampai dan memiliki hati yang lembut. Sedangkan, dalam kisah Brave diceritakan bahwa putri Merida sebagai wanita yang cantik adalah wanita yang secara fisik memiliki kulit berwarna gelap dan rambut ikal, tetapi memiliki keberanian dan keteguhan harti. Hal ini diperlukan agar anak mampu menyimpulkan arti kata cantik menurut pemahaman ia sendiri.

c. Latihan (Tanya jawab)

Setelah mampu mengenalkan tentang buku dan manfaatnya kepada anak, anak akan lebih mudah mengingat dengan dibimbing oleh orang tua melakukan tanya jawab tentang buku bacaan yang ia baca. Gunakan prinsip bertanya 5W1H (What, Why, Where, Who, When dan How) untuk membimbing dan merangsang siswa sekaligus mereview da melatih ingatan siswa tentang isi dari buku yang ia baca. Bila perlu, mintalah anak membuat ringkasan berdasarkan pertanyaan dan jawaban yang ia berikan, teknik merangkum yang sesuai untuk anak salah satunya adalah metode fishbone. Hal ini dikarenakan metode fishbone mampu merangkum pertanyaan dan jawaban 5W1H dengan teknik dan metode gambar dan warna yang menyenangkan bagi anak. Berikan reward untuk anak yang mampu menjawab pertanyaan dan membuat fishbone dengan baik.

d. Menulis kembali

Tahapan terakhir dalam menumbuhkembangkan kecerdasan literasi anak adalah dengan menulis karya baru yang merupakan hasil dari proses pembiasaan literasi semenjak dini. Karya ini bisa berupa cerita dongeng buatan anak, cerita atau kisah pribadi, maupun karya ilmiah. Kegiatan menulis ini akan menunjang masa depan anak baik dalam hal kecerdasan intrapribadi, kecerdasan antar-pribadi bahkan kecerdasan eksistensialnya.

Diharapkan setelah melakukan proses pengenalan-pembiasaan-latihan resume dan menulis kembali ini akan meningkatkan tingkat baca atau literasi Indonesia serta menurunkan berkembangnya berita hoax yang banyak beredar akhir-akhir ini. Kecerdasan literasi akan membuat anak atau orang tidak akan mudah percaya serta memunculkan pertanyaan kritis pada satu berita atau kabar yang belum tentu kebenarannya.

 

Daftar Pustaka

Suyono, Hadi. (2007). Social Intelligence: Cerdas Meraih Sukses Bersama Orang Lain dan Lingkungan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media

Skripsi dan Tesis

Agustin, Dwi Lisna. (2014). Pengembangan kecerdasan interpersonal siswa dalam pembelajaran IPS melalui metode REACT (Realting, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering). PTK VII C SMP 7 Bandung. Skripsi Universitas Pendidikan Indonesia: Tidak Diterbitkan.

Media Online:

http://literasi.jabarprov.go.id/baca-artikel-619-kecerdasan-literasi-dalam-membangun-peradaban.html diakses pada 14 April 2017

https://etyabdoel.com diakses pada 17 April 2017


SD DARUL HIKAM


Jl. Ir. H. Juanda 285 Bandung 40135
Jawa Barat, Indonesia
Telp. +62-22-2505375, 2534016
Fax. +62-22-2505375
Email: sd@darulhikam.com