Senin, 21 Mei 2012 M.   30 Jamadil Akhir 1433 H.
E-mail: disdik@kalselprov.go.id
You are here: Depan
  • Slide 1
    Slide 1
    Kontingen SAPTA LOMBA PAI Se-Provinsi
    (SD Darul HIkam) salah satu peserttanya yang mewakili tingkat Jawa Barat
  • Slide 2
    Slide 2
    Kegiatan Pembelajaran di Luar Sekolah (BLA)
  • Slide 3
    Slide 3
    Darul Hikam Peduli Korban Bencana
    Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama khususnya terhadap korban bencana. Dari Kegiatan ini terkumpul sejumlah dana yang disalurkan melalui ...
  • Praktikum Pelajaran IT
    Praktikum Pelajaran IT
    Pembelajaran berbasis teknologi memungkinkan Siswa dapat berkreasi dan berinovasi
  • Slide 4
    Slide 4
    Disiplin dan Terbiasa Sholat Berjamaah
  • Slide 5
    Slide 5
    Belajar dengan penuh kesungguhan dan keuletan

BLA Kebun Teh

Banner
Banner

Halaman utama

Informasi

bagi Bapak Ibu Guru SD DH Silahkan untuk bergabung di forum Guru SD DH

Al - Faatihah 1-7

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

  •  « 
  •   
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •   
  •  » 

Berita

Informasi

bagi Bapak Ibu Guru SD DH Silahkan untuk bergabung di forum Guru SD DH

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 03 April 2012 10:15
 

KAI

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 05 Maret 2012 15:06
 

Memahami Anak

anak yang cerdas, anak yang kreatif, anak yang mandiri, anak yang sholeh/sholehah, anak yang bertaqwa. Dan mungkin masih banyak harapan-harapan lainnya sebagai orang tua. Meskipun bukan untuk menjadikan anak yang sempurna (karena tidak ada manusia yang sempurna), tapi untuk menjadi yang terbaik. Semua kita lakukan semata-mata untuk kebaikan anak-anak.
Dunia anak-anak tentu berbeda dengan dunia kita, dunia orang dewasa. Anak-anak memiliki pribadi yang unik. Berikut ini kiat memahami anak-anak yang perlu kita ketahui, yaitu:

1. Dunia anak, dunia bermain.
Dunia anak-anak adalah dunia bermain, hampir semua kegiatannya adalah bermain. Bermain sambil belajar (belajar sambil bermain), mengeksprolasi benda-benda yang ada di sekitar mereka merupakan kegiatan yang menyenangkan. Arahkan pada permainan yang merangsang pertumbuhan otak dan phisiknya.


2. Suka meniru.
Entah kita sadar atau tidak, apa yang kita ucapkan, kita lakukan, tentu akan ditiru anak-anak. Makanya kita sebagai orang tua harus memberikan contoh yang baik pada anak-anak. Anak-anak adalah cermin orang tuanya. Tapi bukan hanya dari orang tua saja, anak-anak akan meniru dari lingkungan sekitar atau media lain seperti televisi. Orang tua harus selektif dalam hal ini.

3. Masih berkembang.
Anak-anak masih berkembang baik secara fisik maupun phikis. Dengan melalui beberapa tahap, akan membentuk kepribadian anak itu sendiri.

4. Anak-anak tetaplah anak-anak.
Mereka belum dewasa, maka jangan dibandingkan dengan orang dewasa. Baik dari pola pikirnya, apalagi dari phisiknya.

5. Kreatif.
Selain tumbuh dan berkembang, anak-anak adalah pribadi yang kreatif, suka bertanya, rasa ingin tahu yang tinggi, suka berimajinasi. Kalau anak bertanya tentang sesuatu, jawablah sesuai usia anak. Penjelasan yang berbelit-belit akan susah diterima anak. Sampaikanlah dengan bahasa anak-anak, bahasa yang mudah di mengerti, sesuai kemampuan mereka dalam menerima informasi baru.


Kadang kita merasa tingkah mereka lucu, tapi itulah dunia mereka, dunia anak-anak. Kita sebagai orang tua harus memahami kreatifitas anak-anak dan mengarahkannya ke hal-hal yang positif.

disadur dari

http://seputarduniaanak.blogspot.com

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 24 Januari 2012 11:08
 

Muhammad Idolaku

Dalam Rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Darul Hikam mengadakan kegiatan bertema "Muhammad adalah idola dalam dalam berakhlaq dan Berprestasi". Acara ini dimeriahkan dengan kegiatan lomba yang banyak muatan bahasanya sekaligus melatih kemampuan anak dalam berbahasa dan berekspresi.

Kegiatan ini akan dilaksanakan tanggal 14 Februari 2011, yang bertempat di SD Darul Hikam mulai dari pukul 7 sampai dengan pukul 13.

Kegiatannya terdiri dari :

1. Lomba Bercerita "Muhammad Idolaku" untuk siswa/i kelas 1

2. Lomba Sarhil Qur'an (QS. Annaas) untuk siswa/i kelas 2

3. Lomba Puisi Bahasa Arab untuk siswa/i kelas 3

4. Lomba Story telling (Muhammad Idolaku) Siswa/i kelas 4 dan 5

5. Lomba Debat untuk siswa/i kelas 6

Dan diakhir acara dimeriahkan dengan acara Panggung Vaganza yang diisi oleh tim guru SD Darul Hikam menggunakan media wayang.

Dari Kegiatan ini diharapkan siswa/i Darul Hikam dapat lebih mengenal Rasululah SAW sebagai Idola umat islam. Dan dalam kegiatan ini pula diharapkan dapat mengembangkan potensi serta bakat seluruh siswa/i SD Darul Hikam.

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 11 Februari 2011 08:11
 

Siswa Darul Hikam Lolos Olimpiade

Hasil Penyeleksian Olimpiade Se-Gugus, SD Darul Hikam telah menyisihkan 16 sekolah Dasar. Dari Hasil Seleksi ini, SD Darul Hikam akan melanjutkan seleksinya ketingkat kota yang akan berkompetensi dengan SD-SD Yang sudah terseleksi di gugusnya masing-masing. Mohon doa dari semuanya semoga dapat memberikan yang terbaik.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 31 Januari 2011 10:32
 

7 cara menyemangati anak

Bila ingin anak Anda jadi bintang kelas, jangan batasi wawasan belajarnya hanya sebatas dinding ruang kelasnya. Walaupun keterampilan belajarnya merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan intelektual dan sosialnya, anak Anda memerlukan bantuan Anda untuk melihat dunia. Biasakan membaca Isi dunia anak Anda dengan membaca. Anda dapat menetapkan waktu membaca keluarga, atau membaca secara bergantian antara anak dan Anda. Sangat penting untuk memperlihatkan kepada anak bahwa selain tugas sekolah ada hal-hal lain yang perlu diketahuinya. Perlihatkan kepadanya betapa pentingnya membaca bagi Anda. Cara mudah, penuhi rumah Anda dengan novel, koran, poster. Anda dapat meletakan tatakan piring makan anggota keluarga dengan tatakan yang berisi kata-kata.

 

Bebas berpendapat

Dukung anak Anda untuk dapat mengungkapkan pendapatnya, bicarakan mengenai perasaannya dan beri kesempatan kepadanya untuk memilih makanan penutup dan biarkan memilih kegiatan yang diminatinya di luar sekolah. Minta pendapatnya mengenai keputusan keluarga dan perlihatkan kepadanya bahwa Anda menghargainya. Salah satu hal yang penting di sekolah adalah dengan ikut berpartisipasi pada kegiatan yang diadakan kelas atau sekolah. Di rumah berikan kesempatan kepadanya untuk mengungkapkan perasaannya atas apa yang dirasakannya tadi di sekolah. Cara ini merupakan cara yang baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

Selalu antusias

Perlihatkan antusiasme Anda terhadap minat anak Anda dan berikan dukungan kepadanya dalam mengembangkan topik yang disukainya. Bila dia senang dengan kuda, pilih cerita yang berhubungan dengan kuda, atau minta dia untuk mencari lima hal tentang kuda di ensiklopedi. Sediakan permainan Sediakan permainan dengan berbagai macam gaya belajar, mulai dari belajar mendengar dan melihat sampai dengan belajar memilih dan merangkai. Kembangkan satu permainan, misalnya permainan blok. Dukung anak Anda untuk mengembangkan kreativitasnya serta keterampilan dalam memecahkan
masalah. Anak Anda memerlukan banyak sekali waktu bermain yang tidak terlalu terjadwal. Oleh karena itu Anda perlu menyadari kegiatan yang terlalu padat dapat membuat anak Anda stress dan mengganggu perkembangan minatnya untuk belajar.
Perbedaan minat

Tunjukan hal-hal yang baru Anda pelajari dengan antusias. Bicarakan dengan anak tentang minat Anda berdua yang berbeda. Misalnya anak Anda berminat untuk melukis sementara Anda tertarik untuk belajar bahasa Mandarin. Cari guru privat, atau Anda dapat mendaftarkan diri di tempat kursus. Orangtua merupakan contoh yang paling penting dalam kehidupan seorang anak dan bila Anda memperlihatkan kepadanya bahwa belajar adalah pengalaman hidup yang tidak ada batasan umurnya anak Anda akan menangkap pesannya. Tanya pelajaran Tanyakan kepada anak Anda apa yang telah dipelajari di sekolah bukan nilai yang diperolehnya. Walaupun dia tidak mendapatkan nilai matematika sebaik teman sekelasnya, dia masih dapat memperbaikinya dan tentu Anda tidak ingin mengecilkan hatinya. Minta anak Anda untuk mengajarkan kepada Anda apa yang telah dipelajarinya di sekolah dan dengan membiarkan dia menggunakan kata-kata dan caranya maka akan membantunya untuk dapat menguasai apa yang telah dipelajarinya tadi di sekolah.

Tidak kelelahan

Minta anak untuk selalu mengumpulkan ulangan, tes apapun tugas sekolahnya. Lakukan bersama-sama sehingga dia akan menyadari bahwa Anda memberikan perhatian terhadap kemajuannya di sekolah, bila cara Anda seperti mengintimidasi maka yang dirasakannya adalah kekhawatiran bukan keinginan untuk belajar. Semakin besar seorang anak, semakin banyak tanggungjawabnya dan semakin banyak hal yang membuatnya sedih. Oleh karena itu tanyakan padanya secara teratur untuk memastikan dia tidak merasa kelelahan dengan tugas yang banyak.

Rayakan prestasi

Rayakan prestasi yang dicapainya, tidak perduli sekecil apapun. Misalnya bila anak Anda telah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, beri waktu kepadanya untuk bermain video game selama satu jam. Dengan memberikan dukungan yang positif, anak Anda jadi tidak malas belajar, dan sebaliknya justru akan merasa tertantang. Bila seorang anak merasa dihargai bila dia telah berhasil menyelesaikan suatu tugas maka hal ini akan membuatnya bersemangat dan selanjutnya akan lebih mudah bagi Anda untuk memintanya belajar.
Kembangkan bakat

Pusatkan pada kelebihan yang dimilikinya yaitu dengan memberikan dukungan kepada anak Anda dalam mengembangkan bakatnya. Walaupun anak Anda tidak menguasai matematika, kemungkinan dia dapat menulis puisi indah. Agar anak Anda bersemangat belajar dan mengerjakan tugas matematika, selingi waktu belajarnya untuk membuat puisi. Bila anak Anda menyadari bahwa dia berbakat disalah satu bidang, dia akan cukup merasa percaya diri untuk mencoba bidang-bidang lainnya.

Kembangkan dunia

Manfaatkan kejadian sehari-hari sebagai kesempatan untuk belajar . Belajar terbentuk dari yang Anda tahu dan menghubungkannya dengan fakta-fakta. Dukung anak Anda untuk mengembangkan dunia di sekitarnya, ajukan pertanyaan-pertanyaan dan rangkaikan.


Saepul Hidayat, S.Kom

sumber : milis balita-anda

 

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 30 November 2011 14:07
 

Bimbingan Konseling

PERAN ORANG TUA DAN PENDIDIKAN DALAM PERKEMBANGAN EMOSI (PERKEMBANGAN EMOSI DAN KREATIVITAS)

 

Emosi dapat dikembangkan oleh keluarga, sekolah dan lingkungan. Untuk mengembangkan emosi agar berdampak positif maka perlu dilakukan upaya proses belajar yang salah satunya dengan menggunakan metode atau kegiatan bermain. Melalui bermain anak dapat menumpahkan seluruh perasaannya, seperti: marah, takut, sedih, cemas atau gembira. Dengan demikian, bermain dapat merupakan sarana yang baik untuk pelampiasan emosi, sekaligus relaksasi. Misalnya saja pada saat anak bermain pura-pura atau bermain dengan bonekanya. Selain itu bermain juga dapat memberi kesempatan pada anak untuk merasa kompeten dan percaya diri. Dalam bermain, anak juga dapat berfantasi sehingga memungkinkannya untuk menyalurkan berbagai keinginan-keinginannya yang tidak dapat direalisasikan dalam kehidupan nyata ataupun menetralisir berbagai emosi-emosi negatif yang ada pada dirinya seperti rasa takut, marah dan cemas.

John Mayer, psikolog dari University of New Hampshire, mendefinisikan kecerdasan emosi yaitu kemampuan untuk memahami emosi orang lain dan cara mengendalikan emosi diri sendiri. Lebih lanjut pakar psikologi Cooper dan Sawaf (1998) mengatakan bahwa kecerdasan emosional kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi. Kecerdasan emosi menuntut penilikan perasaan, untuk belajar mengakui, menghargai perasaan pada diri dan orang lain serta menanggapinya dengan tepat, menerapkan secara efektif energi emosi dalam kehidupan sehari-hari

Pendidik dan Orang tua dapat mengembangkan keterampilan kecerdasan emosional seorang anak dengan memberikan beberapa cara yaitu:

1. Mengenali emosi diri anak , mengenali perasaan anak sewaktu perasaan yang dirasakan terjadi merupakan dasar kecerdassan emosional. kemampuan untuk memantau peraaan dari waktu kewaktu merupakan hal penting bagi pemahahaman anak.

2. Mengelola emosi, menangani perasan anak agar dapat terungkap dengan tepat kemampuan untuk menghibur anak , melepasakan kecemasan kemurungan atau ketersinggungan, atau akibat – akibat yang muncul karena kegagalan.

3. Memotivasi anak, penataan emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan adalah hal yang sangat penting dalam keterkaitan memberi perhatian dan kasih sayang untuk memotivasi anak dalam melakukan kreasi secara bebas.

4. Memahami emosi anak.

5. Membina hubungan dengan anak, Setelah kita melakukan identifikasi kemudian kita mampu mengenali, hal lain yang perlu dilakukan untuk dapat mengembangkan kecerdasan emosional yaitu dengan memelihara hubungan.

6. Berkomunikasi “dengan jiwa “, Tidak hanya menjadi pembicara terkadang kita harus memberikan waktu lawan bicara untuk berbicara juga dengan demikian posisikan diri kita menjadi pendengar dan penanya yang baik dengan hal ini kita diharapkan mampu membedakan antara apa yang dilakukan atau yang dikatakan anak dengan reaksi atau penilaian

1. Peran Orangtua dan pendidikan dalam mengembangkan Emosi Anak(usia 0-5 th)

Anak-anak usia 3,4,dan 5 tahun mengungkapkan sederetan emosi dan mampu menggunakan secara serasi ungkapan seperti, Gila,sedih ,bahagia, dan sudah bisa membedakan perasaan-perasaan ereka. Dalam tahu pra sekolah ini, situasi emosi anak-anak sanat tergantung keadaan dan bisa berubah secepat mereka berlih dari kegiatan satu ke kegiatan yang lain. Karena anak-anak berkembng dari anak usia 3 tahun ke anak usia 5 tahun, ada peningkatan internalisasi dn pengaturan tehadap emosi mereka. Ketika anak-anak usia 3,4 dan 5 tahunmencapai keterampilan-keterampilan kognitif dan bahasa ang baru, mereka belajar untk mengatur emosi-emosi mereka dan menggnakan bahasa untuk mengungkapkan bagaimana perasaan mereka dan perasaan orang lain. Gejolak perasaan ini sebagian besar ada di permukaan artinya mereka mulai mengerti brbagai perasaan berbeda yang mereka alami, namun mereka sulit mengatur perasaan dan meggunakan ungkapan yang sesuia untuk melukiskan perasaan itu. Gejala perasan merea sangat berhubungan dengan peristiwa-peristiwa perasaan yang terjadi pada saat itu. (Hyson,1994).

Peran Guru di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)dalam Perkembangan Emosi, Guru mengamati dan mengawasi serta berinteraksi dengan individu-individu dan kelompok-kelmpok kecil anak-anak dengan cara-cara terancang untuk memajukan belajar dan perkembangan anak:

Para guru masuk dalam diskusi-diskusi dengan anak-anak mengenai apa yang mereka lakukan menurut (Vygotsky 1986) ini disebut suatu ”dialog Pendidikan”.

Para guru mendorong anak-anak memecahkan masalah-masalah

Para guru mendengarkan dengan aktif gagasan-gagasan anak.

Para guur memberi umpan balik dan juga masuk dalam dialog dengan anak-anak.

Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Keterlibatan orang tua selalu dianggap perlu, misalnya:

mengajarkan mereka kebiasaan bersih, melatih anak,(VandeWalker,1908).

Meneruskan pekerjaan sekolah dirumah mereka (epstein&sanders,2000)

Membaca abuku bersama-sama dan kemudian menulis cerita mereka sendiri dalam buku catatan (Barbour, 1999).

Dengan demikian merupakan kewajiban para orang tua untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, tempat anak tumbuh dengan nyaman, sehingga dapat memancing keluar potensi dirinya, kecerdasan dan percaya diri. Disamping itu orangtua perlu memahami tahap perkembangan anak serta kebutuhan pengembangan potensi kecerdasan dari setiap tahap.

Pada masa-masa penting pertumbuhan tersebut, anak memerlukan asupan makanan bergizi yang cukup, disertai kasih sayang dan perhatian orang tua.

Pendekatan Hubungan Ibu dan Anak, menurut beberapa teori:

Ø Psikoanalitis: Pengasuhan anak mempengaruhi anak pada masa oral, anal, dan genital(Freud) misalnya menyusui, makan dan toilet training.

Ø Bowlby: Teori kelekatan artinya anak mencari kontak fisik dengan ibu, interaksi social menyenangkan, menghindari peristiwa atau orang berpotnsi membahayakan, yang menjelajah lingkungan non social

Perpisahan dari orang tua dan pengasuh utama kadang-kadang berat, khususnya disekolah dan bisa menjadi rasa tertekan(Denham 1998), untuk anak-anak usia 4 tahun, ketakutan yang berkaitan dengan perpisahan berlangsung singkat dan ketakutan itu lebih kuat pada orang tua ketimbang pada anak 4 tahun.

Kesimpulan:

Setelah mengerti bahwa pendidikan perlu melibatkan orang tua dalam pendidikan anak-anak mereka guru menemukan segudang cara untuk melibatkan orang tua yang sibuk sebagai mitra dalam pendidikan anak mereka.

2. Peran Orangtua dan pendidikan dalam mengembangkan Emosi Anak(usia 6-12 th)

a. Tugas Perkembangan Anak (usia 6-12 th)

Menurut Havighurst (1972), tugas perkembangan anak usia sekolah (6 - 12 tahun) antara lain adalah :

1. Belajar bergaul dan bekerja sama dalam kelompok sebaya

2. Mengembangkan keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung

3. Mengembangkan konsep-konsep penting dalam kehidupan sehari-hari

4. Mengembangkan hati nurani, moralitas, dan system nilai sebagai pedoman perilaku

5. Belajar menjadi pribadi yang mandiri

Sejak masuk sekolah dasar, keinginan anak untuk menjadi anggota kelompok dan dapat diterima oleh kelompok sebayanya semakin meningkat. Keterampilan sosial menjadi penting, terutama mengenali peran sosial seseorang. Anak memusatkan perhatian untuk dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan teman-teman sebayanya. Anak belajar untuk memberi dan menerima di antara teman-temannya dan berkeinginan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kelompok.

Pada masa ini, pengertian anak tentang baik-buruk, tentang norma-norma aturan serta nilai-nilai yang berlaku di lingkungannya menjadi bertambah dan juga lebih fleksibel, tidak sekaku saat di usia kanak-kanak awal. Mereka mulai memahami bahwa penilaian baik-buruk atau aturan-aturan dapat diubah tergantung dari keadaan atau situasi munculnya perilaku tersebut. Nuansa emosi mereka juga makin beragam.

Mereka diharapkan sudah dapat menguasai ledakan-ledakan emosinya, mampu mengendalikan emosi yang tidak sesuai dengan harapan lingkungannya. Telah pula nenahami harapan lingkungan terhadap peran jenis kelaminnya, dapat mengembangkan kata hati dan mengontrol moral yang tumbuh dalam dirinya.

Hubungan interpersonal yang mereka lakukan menjadi makin luas, kegiatan yang ingin dilakukan juga makin beragam. Dalam hubungan dengan kegiatan sekolah, prestasi menjadi tema utama bagi mereka, mereka senang berkompetisi. Mereka juga sudah dapat memperlihatkan tanggung jawab terhadap tugasnya. Anak-anak yang mampu menunjukkan prestasi akan bangga, dan hal ini tentu saja akan meningkatkan self-esteem (harga diri) anak.

Self-esteem yang tinggi akan mengarahkan pada kepribadian yang positif, sebaliknya bagi anak-anak yang tidak mampu memberi penghargaan pada dirinya akan menimbulkan masalah baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan.

Peran orangtua yang berkualitas dalam mengembangkan kecerdasan dan perkembangan emosi anak secara bertahap, akan mendorong potensi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kemampuan kecerdasan yang yang tinggi, pengendalian emosi yang baik, serta kuat mental spiritualnya.

3. Peran Orangtua dan pendidikan dalam mengembangkan Emosi Remaja (12-19 th)

Sementara di masa remaja, masa yang sering dikatakan sebagai masa peralihan dari dunia anak menuju kekedewasaan yang ditandai dengan adanya perubahan-perubahan fisik maupun psikologis, memberi dampak tersendiri. Perubahan fisik yang pesat membawa dampak psikologis yang berkenaan dengan suasana hati, emosi maupun tingkahlaku yang menjadikan remaja tersebut menampilkan karekateristik yang berbeda dari masa sebelumnya.

Pada masa ini terjadi pergolakan emosi dan ketegangan psikologis yang muncul bersamaan dengan adanya perkembangan yang cepat baik dalam segi fisik maupun perkembangan karakteristik seksual sekunder, serta problem identitas dan konflik ketergantungan serta adanya konformitas dengan kelompok sebaya. Berkaitan dengan keadaan psikologis remaja, Erikson mengatakan bahwa saat ini adalah masa pemantapan identitas diri.

Sebelum remaja meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh dengan rasa aman dan tergantung pada orang lain, mereka harus mengetahui siapa mereka, kemana akan mengarah dan kemungkinan apa yang akan diperolehnya. Pendapat tentang ‘siapa dan apa' dirinya ini merupakan konsep yang dimiliki untuk menunjukkan identitas diri. Keberhasilan seorang anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya juga bergantung pada bagaiman rasa tanggung jawab yang dimilikinya.

Bila seseorang berhasil dalam mengikuti tugas-tugas perkembangan ini maka anak akan merasa bahagia, disukai serta dicintai oleh lingkungannya. Ia pun tidak mudah menjadi cemas dan merasa tertekan, dengan demikian ia akan sukses di kelak kemudian hari.

Melihat hal-hal tersebut di atas, maka sesungguhnya tidak cukup seorang anak hanya memiliki prestasi sekolah yang tinggi, namun juga membutuhkan kecerdasan emosional dan dengan makin tercapainya kepuasan diri ia pun akhirnya mampu mencapai kecerdasaan spiritual.

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 23 Februari 2011 11:07
 

Menyayangi Anak dan menciumnya

Menyayangi Anak dan menciumnya

Dari Anas bin Malik RA berkata: Rasulullah saw menggendong Ibrahim dan menciuminya. (HR. Al Bukhari)

Ibnu Al Baththal berkata:

يَجوزُ تَقْبِيلَ الوَلَدِ الصغيرِ في كلِّ عَضُّو مِنْهُ ،وكذا الكبيرُ عند أكْثَرُِ العُلَماءِ ، مَالَ لَمْ يَكُنْ عَوْرِةُ ، فلا تُقَبِِلُ عورة الوَلَدِ

Diperbolehkan mencium anak kecil, di semua anggota badannya. Demikian juga orang dewasa –menurut mayoritas ulama-, kecuali auratnya. Maka tidak boleh hukumnya mencium aurat anak.

أخذ النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ إبراهيم

Rasulullah mengambil anaknya –Ibrahim- dari ibunya Mariyah Al Qibthiyah,

فَقَبَّلَه Mencium dengan mulutnya, وَشَمَّهُ mencium dengan hidungnya, sepertinya ia adalah   ُ رِيحانَة:  pengharumnya



Anak-anak itu diciumi serasa parfum – sepertinya. Rasulullah saw menerangkan dua cucunya Al Hasan dan Al Husain, dua putra Fatimah dengan kalimat:

هما ريحانتاي من الدنيا  Keduanya adalah keharumanku di dunia. (HR Al Bukhari dari Ibnu Umar RA)

Kalimat, ريحانتاي من الدنيا berarti bagian parfum duniawiku.

Itulah ciuman yang Rasulullah saw lakukan kepada cucunya, menunjukkan cinta dan kasih sayangnya.

Hadits ini menunjukkan cinta anak dan menciumnya.

2 ـ   عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال : قبل رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ الحسن بن عليّ ، وعنده ـ الأقرع بن حابس التميمي ، جالساً ، فقال الأقرع : إن لي عشرة من الولد ما قبلت منهم أحداً ، فنظر إليه رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ ، ثم قال : ” من لا يرحم لا يرحم “  .رواه البخاري .

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah saw menciumi Al Hasan bin Ali, di hadapan Al Aqra’ bin Habis At Tamimiy yang sedang duduk. Lalu Al Aqra’ berkata: Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak, dan aku belum pernah menciumi seorang pun. Lalu Rasulullah saw memandanginya dan bersabda: “Barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi” (HR. Al Bukhari)

Penjelasan:

Rasulullah saw mencium Al Hasan bin Ali RA Putra Fathimah RA.

Al Hasan lahir pada tahun 2 (dua) Hijriyah.

Ketika itu Al Aqra’bin Habis At Tamimiy sedang duduk berada di hadapan Rasulullah saw. Ia seorang muallaf, sehingga Islamnya menjadi baik.

Rasulullah saw melihatnya dengan pandangan yang kurang menyenangkan karena ia tidak pernah mencium anaknya.

Kemudian Rasulullah saw bersabda, untuk merubah sikapnya terhadap anak-anaknya, sehingga anaknya merasakan kasih sayangnya dengan menciuminya.

من لا يرحم لا يرحم Barang siapa yang tidak menyayangi maka ia tidak disayangi.

من لا يرحم لا يرحم Huruf ya pertama di baca fathah dan ya’ kedua dibaca dhammah. Boleh juga kedua ya’ dibaca rafa’ (huruf mim dibaca dhammah) dengan menstatuskan kata  “Man” sebagai isim Maushul. Atau keduanya dibaca jazm (mim dibaca sukun/mati) dan kata Man berstatus syarat. Namun pada umumnya para rawi membacanya dengan rafa’.

Jawaban Rasulullah kepada Al Aqra menunjukkan bahwa mencium anak itu bertujuan untuk menunjukkan kasih sayang dan perhatian, bukan kelezatan atau syahwat.

Kata “rahmat” kasih sayang dari sesama makhluk adalah kelembutan hati yang membuat seseorang memuliakan,  dan ihsan (berbuat baik). Rahmat dari sesama makhluk adalah termasuk dalam amal shalih, sedangkan rahmat dari Allah swt adalah balasan atas amal shalih yang dilakukan.

Sesungguhnya orang yang berfikir dan bersemangat untuk membuat kebaikan pada dirinya sendiri akan berusaha agar rasa kasih sayang itu menjadi akhlaq dan kepribadiannya, agar mendapatkan rahmat Allah dan kasih sayang sesama manusia. Barang siapa yang menyayangi ia akan disayangi, dan sebaliknya; barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak disayangi.

Dari hadits di atas dapat disimpulkan antara lain:

1. Masyru’iyyah (disyariatkannya) mencium anak, dan hal ini adalah sunnah Nabi yang mulia.
2. Orang yang tidak menyayangi sesama manusia dan makhluk hidup lainnya akan terhalang dari rahmat Allah, dan kasih sayang sesama manusia. Karena balasan itu serupa dengan amalnya.
3. Orang yang menyayangi orang lain mendapatkan keberuntungan rahmat Allah dan kasih sayang sesama manusia yang akan menjadi penolong di kala sempit dan pembela pada saat yang dibutuhkan.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 31 Januari 2011 12:47
 

Artikel Terbaru